GEMPA BUMI BENGKULU

Gempa bumi (bahasa InggrisEarthquake) adalah peristiwa alam berupa getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan tanah akibat pelepasan energi secara tiba-tiba di bawah litosfer sehingga menimbulkan gelombang seismik. Intensitas gempa bumi bisa bermacam-macam, mulai dari peristiwa lemah, dirasakan ringan, dan hanya dapat dideteksi oleh seismometer, hingga peristiwa besar yang penuh hentakan kuat dan berlangsung beberapa detik hingga menit, melempar benda-benda ke atas udara, merusak infrastruktur penting, dan menimbulkan kehancuran di seluruh kota. Aktivitas gempa bumi di suatu lokasi tertentu adalah laju rata-rata pelepasan energi seismik per satuan volume.

Gempa bumi sering menyebabkan banyak korban jiwa, karena letaknya yang dekat dengan daerah berpenduduk padat atau lautan, dimana gempa bumi sering menimbulkan tsunami yang dapat menghancurkan berjarak ribuan kilometer jauhnya. Wilayah-wilayah yang paling berisiko mengalami banyak korban jiwa adalah wilayah-wilayah dimana gempa bumi relatif jarang terjadi namun kuat, dan wilayah-wilayah miskin dengan aturan bangunan seismik yang lemah, tidak ditegakkan, atau tidak ada sama sekali.

GEMPA BUMI BENGKULU TAHUN 2000

Gempa bumi Bengkulu Tahun 2000 adalah gempa bumi besar yang melanda Provinsi Bengkulu. Gempa ini terjadi pada 4 Juni, 2000, Pukul 23:28 WIB. Pusat gempa berada di Palung Sunda dekat pulau Enggano sekitar 90 Km barat daya  TaisKabupaten Bengkulu Selatan (sekarang Kabupaten Seluma) pada kedalaman 33 Km. Gempa ini menewaskan sedikitnya 103 orang termasuk; 46 tewas di Bengkulu, 39 tewas di Pulau Enggano.

Sumatra terkenal dengan gempa bumi kuatnya: gempa bumi Enggano pada tahun 2000 menandai dimulainya periode aktivitas seismik yang sedang berlangsung di wilayah tersebut, yang ditandai dengan gempa bumi Samudera Hindia 2004. Gempa Enggano 2000 terjadi di ujung tenggara ruas sesar yang pecah pada gempa bumi Sumatra 1833. Kelompok gempa bumi ini, selain gempa bumi Sumatra 2005, semuanya pecah di sepanjang megathrust yang membentuk antarmuka antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Sunda. Peristiwa gempa ini adalah satu-satunya yang tidak menimbulkan tsunami.

Gempa ini dirasakan sangat kuat pada skala pada skala X MMI di pulau Enggano. Sedangkan dirasakan VII MMI di Bengkulu V-VI MMI di PagaralamLubuklinggau dan Palembang serta IV-V MMI di Lampung, Banten dab Jakarta. Sebanyak 94 orang tewas, lebih dari 1.000 orang luka-luka dan sedikitnya 15.000 rumah rusak berat, dan 29.940 rusak ringan, gedung-gedung sekolah juga runtuh di mana 566 gedung TK, 418 SD, 81 SLTP, dan 31 SLTA di samping 13 gereja, 377 masjid, tiga pura, 35 puskesmas, 68 puskesmas pembantu dan lain-lain

(Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Gempa_bumi_Bengkulu_2000)

Kunjungan Angkatan Laut (marinir) Kerajaan Belanda di Posko satuan koordinator pelaksana (Sakorlak) Gempa sedang mendengarkan penjelasan dari satuan koordinator pelaksana (Sakorlak) Gempa Provinsi Bengkulu

Kunjungan Relawan dari Jepang di Tenda posko bersama Gubenrur Bengkuku H. Hasan Zen, S.H., M.M

Kunjungan Ketua MPR RI Prof. Dr. H. Muhammad Amien Rais, M.A., Ph.D, Sehari kejadian setelah Gempa Bumi 7,9 SR di dampingi oleh Gubernur Bengkulu H. Hasan Zen, S.H., M.M dan Wakil Gubnerur Bengkulu Brigadir Jenderal TNI (Purn.) H. Iskandar Ramis, S.IP, M.Si

Kunjungan Duta Besar Inggris Ke RSUD M. Yunus Setelah Gempa Bumi 7,9 SR didamping oleh Kepala RSUD m. Yunus dr. H.M Zayadi Hosein,Sp.OG

Kondisi Rumah Penduduk di keluraham lempuing yang Rusak berat/ hancur akibat Gempa Bumi 7,9 SR 4 Juni 2000

Suasan Tenda untuk Pasien RSUD M. Yunus Akbiat Gempa Bumi tanggal 4 Juni 2000

GEMPA BUMI BENGKULU 2007

Gempa bumi Bengkulu 2007 adalah serangkaian gempa bumi megathrust yang melanda Sumatera di wilayah Palung Sunda, Provinsi Bengkulu, dengan tiga gempa bermagnitudo 7 atau lebih besar. Serangkaian peringatan tsunami dikeluarkan untuk daerah tersebut. Yang paling kuat dari serangkaian ini memiliki magnitudo 8,4 hingga membuatnya masuk dalam daftar 20 gempa bumi terbesar yang pernah tercatat di seismograf hingga saat ini.

Gempa awal memiliki kekuatan 8.4 Mw atau 7.9 skala magnitudo, terjadi pada tanggal 12 September 2007 pukul 18.10 WIB. Pusat gempa terletak kira-kira 10 km di bawah tanah, sekitar 105 km lepas pantai Sumatra, atau sekitar 600 km dari ibu kota Jakarta. Gempa utama ini diikuti oleh ribuan gempa susulan, yang berkekuatan  5 through 6 Mw pada patahan yang sama. Gempa utama tersebut juga disusul dengan gelombang pasang yang kemudian membanjiri sedikitnya 300 rumah penduduk dan bangunan publik di Pulau PagaiKepulauan Mentawai sampai setinggi 3 meter.[4]

Gempa besar kedua terjadi dengan kekuatan 7.9  Mw, pada 13 September di daerah Kepulauan Mentawai, 2.526°LS 100.963°BT—188 km dari PadangSumatera Barat, di kedalaman 10 km. Gelombang pasang yang terjadi di Thailand dan pengamatan ilmiah lainnya di Samudra Hindia setelah gempa kedua ini memicu peringatan tsunami kedua.

Getaran gempa berkekuatan 8,4 Mw berlangsung selama beberapa menit, dan dirasakan hampir seluruh wilayah Sumatra dan Jawa bagian Barat, dari provinsi Bengkulu, Sumatera Selatan, LampungBantenJakartaSumatra BaratRiauKepulauan Riau, dan Sumatera Utara. Gempa ini menyebabkan gedung-gedung perkantoran bergoyang di Jakarta, dan beberapa bangunan dilaporkan runtuh di Kota BengkuluProvinsi Bengkulu, sekitar 100 km (62 mil) dari pusat gempa. Guncangan yang dirasakan di Jakarta digambarkan sebagai “kuat”. Dan dilaporkan beberapa gedung bertingkat dievakuasi. Gempa bumi juga menyebabkan pemadaman listrik di Bengkulu, yang melumpuhkan komunikasi. Korban tewas akibat gempa ini sebanyak 23 orang dan 161 orang luka-luka.

Gempa bumi terbesar kedua, berkekuatan 7,9 Mw, terjadi pada hari yang sama pada pukul 23:49:04 UTC (06:49:04 waktu setempat keesokan harinya). Gempa bumi berpusat sekitar 35 km di bawah tanah, pada 2.625°S 100.841°BT, sekitar 185 km (115 mil) selatan-tenggara Padang, Indonesia dan sekitar 205 km barat laut Kota Bengkulu (sekitar 225 km barat laut dari gempa berkekuatan 8,4).

Setelah gempa susulan lebih lanjut di atas berkekuatan 5, gempa besar ketiga datang kemudian, berkekuatan 7,0 Mw, terjadi pada 03:35:28 UTC (10:35:28 waktu setempat) pada 13 September. Letaknya sekitar 10 km di bawah tanah, pada 2.130°S 99.627°BT, sekitar 165 km selatan-barat daya Padang dan 345 km barat-barat laut Bengkulu. Gempa ini dianggap sebagai gempa susulan dari dua gempa besar. Guncangan dirasakan di negara-negara tetangga hingga Thailand Selatan. Di Singapura, yang berjarak sekitar 670 km (416,3 mil) dari pusat gempa, getarannya terasa sekitar pukul 11:10 UTC (19:10 waktu setempat). Sebagian besar wilayah Singapura Tengah dan Timur merasakan getarannya. Di Malaysia, gempa dilaporkan terjadi setelah pukul 19:15 waktu setempat, termasuk Kuala LumpurPutrajayaJohor BahruMalaka, dan Penang. Seperti di Singapura, guncangan paling parah terjadi di gedung-gedung tinggi, sehingga mengakibatkan kepanikan dan evakuasi. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan di ketiga negara tersebut.

(Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Gempa_bumi_Sumatra_September_2007)

Kunjungan Presiden RI Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, M.A. Pasca gempa di Provinsi Bengkulu tanggal 12 September 2007 didampingi Gubernur Bengkulu Agusrin M. Najamuddin, S.T dan Wakil Gubernur Bengkulu H. Muhammad Syamlan, LC

Kunjungan Wakil Presiden RI Dr. (H.C.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla dan Istri Mufidah Jusuf Kall Ke Bengkulu Utara Tanggal 18 September 2007 Pasca Gempa Bumi 7,8 SR tanggal 12 September 2007, didampingi Gubernur Bengkulu Agusrin M. Najamuddin, S.T dan Bupati Bengkulu Utara Ir. H. Imron Rosyadi M.M.

Gubernur Bengkulu Agusrin M. Najamuddin, S.T berbincang-bincang dengan Wakil Gubernur Jambi Atony Z Abidin dan Wakil Walikota Bengkulu H. Ahmad Kanedi, S.H., M.H. di Posko Gempa Pemerintah Provinsi Bengkulu

Rombongan Menteri Sosial RI H. Bachtiar Chamsyah, S.E. Dan rombongan Telkom tiba di posko gempa Pemerintah Darah Provinsi Bengkulu Didampingi Gubernur Bengkulu Agusrin M. Najamuddin, S.T

Salah satu Rumah Penduduk di Kabupaten mukomuko mengalami rusak total akibat Gempa Bumi 7,8 SR tanggal 12 September 2007

Kondisi Kantor Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu mengalami Rusal Berat Akibat Dari Gempa 7,8 SR tanggal 12 Sepmtember 2007

Kondisi Pasien RUD M. Yunus ditenda akibat Gempa Bumi 7,8 SR tanggal 12 September 2007

Kondisi Masjid Jami’ Al-Akbar Kelurahan Padar Lais Kabupaten Bengkulu Utara mengalami Rusal Berat Akibat Dari Gempa 7,8 SR tanggal 12 Sepmtember 2007

Kondisi Jalan di Kabupaten bengkulu Utara mengalami rusak berat akibat Gempa Bumi 7,8 SR tanggal 12 September 2007

Bagikan Artikel Ini