Hari Kedua Lokakarya Literasi Digital DPK Bengkulu, 80 Peserta Antusias Ikuti Materi

Bengkulu, DPK – Hari ke-2 Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Bengkulu menyelenggarakan Lokakarya Literasi Digital dengan tema “Membangun Generasi yang Cerdas dan Bijak melalui Literasi Digital” pada Kamis, 21 Agustus 2025 di Aula Lantai 3 DPK Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini diikuti oleh 80 peserta yang terdiri dari pelajar, guru, pustakawan, serta komunitas literasi dari Bengkulu.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu Dr. H. Meri Sasdi, M.Pd., yang dalam sambutannya menegaskan bahwa literasi digital kini menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan budaya baca dan kualitas sumber daya manusia.

“Perpustakaan saat ini bukan hanya tempat membaca buku cetak, tetapi juga pusat literasi digital yang harus mampu menjawab tantangan zaman. Generasi muda harus dibekali keterampilan menggunakan teknologi dengan cerdas dan bijak. Literasi digital tidak hanya tentang kecakapan mengakses informasi, tetapi juga bagaimana mengolah, memfilter, dan memanfaatkannya secara bertanggung jawab,” ujar Meri Sasdi.

Lokakarya Literasi Digital ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta dalam memanfaatkan teknologi secara cerdas, kritis, dan bijak, sekaligus menumbuhkan etika bermedia digital. Melalui kegiatan ini diharapkan lahir generasi serta agen literasi digital yang mampu menjadi teladan dalam membangun budaya digital positif di sekolah maupun masyarakat.

“Melalui lokakarya ini, kami berharap para peserta dapat menjadi pelopor dalam membangun masyarakat yang melek digital sekaligus tetap berbudaya literasi,” terang Kepala Dinas.

Dalam kegiatan ini, Mildaini, S.Pd dari Relawan TIK Indonesia, Fransiska Timoria Samosir, S.Sos., M.A Dosen Perpustakaan dan Sains Information Universitas Bengkulu dan Dr. Yudi Stiawan, S.T., M.Eng Dosen Teknik informatika Universitas Bengkulu sebagai narasumber memaparkan berbagai materi, mulai dari pemanfaatan teknologi digital untuk pembelajaran, strategi menghadapi berita palsu (hoaks), etika dalam bermedia sosial, membuat konten digital, hingga peran perpustakaan digital dalam memperluas akses informasi.

Bagikan Artikel Ini